A. Idealisme Plato
Plato yang dahulunya merupakan murid
dari Socrates, seorang ahli filsafat yang cukup terkenal di kalangan para
filsuf mendasarkan
pada keyakinan metafisik bahwa ada eksistensi dari “yang ada” (idea) yang tidak berubah, tetap, dan bersifat
umum-universal. Maka realitas ini bukannya menjadi melainkan yang ada (idea).
Dengan berdasar pada kenyataan yang tidak berubah seperti itu, Plato menentang
relativisme kaum sophis dan menolak persepsi indera. Dari sesuatu “yang ada”
tadi kemudian lahirlah aliran filsafat yang disebut Plato sebagai paham
Idealisme. Idealisme adalah sistem filsafat yang menekankan pentingnya
keunggulan pikiran (mind), roh (soul) atau jiwa (spirit)
dari pada hal-hal yang bersifat kebendaan atau material.

