Tampilkan postingan dengan label Organisasi Sumber Belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Organisasi Sumber Belajar. Tampilkan semua postingan

Senin, 31 Desember 2012

Posted by Unknown On Senin, Desember 31, 2012

A.    Idealisme Plato

Plato yang dahulunya merupakan murid dari Socrates, seorang ahli filsafat yang cukup terkenal di kalangan para filsuf mendasarkan pada keyakinan metafisik bahwa ada eksistensi dari “yang ada” (idea)  yang tidak berubah, tetap, dan bersifat umum-universal. Maka realitas ini bukannya menjadi melainkan yang ada (idea). Dengan berdasar pada kenyataan yang tidak berubah seperti itu, Plato menentang relativisme kaum sophis dan menolak persepsi indera. Dari sesuatu “yang ada” tadi kemudian lahirlah aliran filsafat yang disebut Plato sebagai paham Idealisme. Idealisme adalah sistem filsafat yang menekankan pentingnya keunggulan pikiran (mind), roh (soul) atau jiwa (spirit) dari pada hal-hal yang bersifat kebendaan atau material.
Posted by Unknown On Senin, Desember 31, 2012

  1. Konsep belajar menurut pandangan teori kognitif
Teori kognitif lebih mementingkan proses belajar daripada hasil belajarnya. Proses belajar antara lain mencakup pengaturan stimulus yang diterima dan menyesuaikannya dengan struktur kognitif yang sudah terbentuk. Menuruut teori ini belajar merupakan perubahan persepsi dan pemahaman yang tidak selalu dapat terlihat sebagai tingkah laku yang nampak. Teori kognitf juga menekankan bahwa bagian-bagian dari suatu yang saling berhubungan dengan seluruh konteks situasi. Teori kognitif berpandangan bahwa belajar merupakan suatu proses internal yang mencakup ingatan, retensi, pengolahan informasi, emosi dan faktor-faktor lain. Belajar merupakan aktifitas yang melibatkan proses berpikir yang sangat kompleks. Proses belajar di sini antara lain mencakup pengaturan stimulus yang diterima dan menyesuaikannya dengan struktur kognitif yang sudah terbentuk di dalam pikiran seseorang berdasarkan pengalaman-pengalaman sebelumnya. 

Selasa, 11 Desember 2012

Posted by Unknown On Selasa, Desember 11, 2012


PRINSIP-PRINSIP MANAGEMEN ORGANISASI SUMBER BELAJAR
Di dalam organisasi sumber belajar atau lembaga sumber belajar ada beberapa sub komponen atau unit yang perlu ada dan perlu dikelola dengan baik agar organisasi sumber belajar tersebut dapat berfungsi secara optimal. Adapun sub komponen organisasi sumber belajar tersebut meliputi: unit sistem informasi, unit pelayanan, unit pengembangan instruksional, dan unit produksi. Berikut akan dikaji beberapa prinsip managemen dari masing-masing komponen/unit organisasi sumber belajar tersebut.
1.      Managemen sistem informasi
Managemen disi bearti mengatur dan mengelola suatu. Menurut  Ricky W. Griffin mendefinisikan manajemen sebagai sebuah proses perencanaan, pengorganisasian, pengkoordinasian, dan pengontrolan sumber daya untuk mencapai sasaran (goals) secara efektif dan efesien.
Posted by Unknown On Selasa, Desember 11, 2012



BAB I
PENDAHULUAN

A.      LATAR BELAKANG
Penyediaan sumber belajar tentunya dirasa masih kurang memberikan manfaatnya secara maksimal jika tanpa didukung dengan pengadaan fasilitas pendukung lainnya serta bagaimana kinerja personalia dalam mengelola organisasi sumber belajar tersebut. Suatu organisasi yang memiliki manajemen yang baik pasti berawal dari bagaimana kinerja para anggota personalianya. Suatu organisasi sumber belajar baru dapat berjalan apabila didukung oleh tenaga yang kompeten, dinamis, dan cukup jumlahnya. Maka dari itu sebelum mengelola organisasinya kelola dahulu tenaga personalianya. Pertimbangkan bagaimana SDM para calon tenaga personalia yang akan ditempatkan di bagiannya masing-masing, pertimbangkan kebutuhannya dalam organisasi tersebut jangan sampai kekurangan atau kelebihan karena hal semacam ini juga harus dikelola dengan baik dan benar.
Posted by Unknown On Selasa, Desember 11, 2012


PEMBAHASAN
ORGANISASI SUMBER BELAJAR DI PERPUSTAKAAN

A.    Organisasi Sumber Belajar 
Organisasi pusat sumber belajar atau organisasi pembelajaran adalah suatu konsep dimana organisasi dianggap mampu untuk terus menerus melakukan proses pembelajaran mandiri (self leraning) sehingga organisasi tersebut memiliki ‘kecepatan berpikir dan bertindak’ dalam merespon beragam perubahan yang muncul.
Pedler, Boydell dan Burgoyne mendefinisikan bahwa organisasi pembelajaran adalah “Sebuah organisasi yang memfasilitasi pembelajaran dari seluruh anggotanya dan secara terus menerus mentransformasikan diri”. • Menurut Lundberg (Dale, 2003) menyatakan bahwa pembelajaran adalah “suatu kegiatan bertujuan yang diarahkan pada pemerolehan dan pengembangan keterampilan dan pengetahuan serta aplikasinya”. • Menurut Sandra Kerka (1995) yang paling konseptual dari learning organization adalah asumsi bahwa ‘belajar itu penting’, berkelanjutan, dan lebih efektif ketika dibagikan dan bahwa setiap pengalaman adalah suatu kesempatan untuk belajar.